Tampilkan postingan dengan label olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label olahraga. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 April 2011

Daftar Pemain Muda Terbaik FIFA

Daftar Pemain Muda Terbaik FIFA
1. PELE (Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 1958)
Pele saat bermain di Piala Dunia 1985 baru menginjak usia 17 tahun. Namun, dia mempu membayar kepercayaan itu dengan sebuah gol di perempat final melawan Weles lalu menciptakan hattrick melawan Perancis di semifinal. Puncaknya di final, Swedia takluk oleh dua golnya.
2. FLORIAN ALBERT (Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 1962)
Pemain kelahiran 15 September 1941 ini merupakan kartu as keberhasilan Hungaria melaju hingga perempat final Piala Dunia 1962. Tidak tanggung-tanggung, dia menjadi salah satu pencetak gol terbanyak dengan empat gol
3. FRANZ BECKENBAUER (Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 1966)
Pada Piala Dunia 1966, Beckenbauer, yang masih berusia 21 tahun, sudah tampil impresif. Insting bertahannya sama kuatnya dengan naluri menyerangnya. Di final, ia sukses mengawal Bobby Charlton. Sayang, Jerman Barat gagal menjadi juara.
4. TEOFILO CUBILLAS (Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 1970)
Pemain kelahiran Peru ini masih berusia 21 tahun saat bermain di Piala Dunia 1970. Dia membawa Peru maju sampai perempat final. Cubillas mampu menyarangkan lima gol dalam empat laga.
5. WLADYSLAW ZMUDA (Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 1974)
Hanya sembilan hari setelah genap berusia 20 tahun, Zmuda melakukan debut di Piala Dunia 1974. Sebagai bek, ia sukses mengawal lini belakang Polandia dan membawa timnya menjadi peringkat ketiga.
6. ANTONIO CABRINI (Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 1978)
Pemain kelahiran 8 Oktober 1957 ini menjadi penerus bek kiri legendaris Italia, Giacinto Facchetti, di Piala Dunia 1978. Di Argentina, Cabrini tampil di tujuh pertandingan. Italia finis di peringkat keempat.
7. MANUEL AMOROS (Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 1982)
Perancis memang harus menyerah lewat adu penalti melawan Jerman Barat di semifinal Piala Dunia 1982. tapi, turnamen itu menetaskan Amoros sebagai bek tangguh berusia 20 tahun yang tak pernah lengah dalam bertahan.
8. ENZO SCIFO (Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 1986)
Scifo merupakan pemain keberuntungan Belgia di Piala Dunia 1986. berkat anak muda berusia 20 tahun ini, Belgia melaju hingga ke semifinal. Scifo muncul sebagai momok bagipemain lain karena teknik bermain bolanya yang sangat bagus.
9. ROBERT PROSINECKI (Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 1990)
Prosinecki tidak mudah mendapatkan tempat di tim Yugoslavia pada Piala Dunia 1990 karena mesti bersaing dengan sesama pemain tengah yang lebih senior. Tapi, saat diberi kepercayaan, dia menjadi sumber kreativitas yang andal.
10. MARC OVERMARS (Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 1994)
Belanda dianggap sebagai salahsatutim dengan permainan terbaik di Piala Dunia 1994. Overmars menjadi salah satu penyebabnya karena pemain yang masih berusia 21 tahun ini memiliki lari yang sangat cepat sevagai pemain sayap.
11. MICHAEL OWEN (Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 1998)
Striker Liverpool yang masih berusia 18 tahun ini membuat mata semua penikmat Piala Dunia 1998 terbelalak saat mencetak gol solo-run ke gawang Argentina di babak 16 besar. Inggris tersingkir cepat, tapi seorang bintang barulahir.
12. LANDON DONOVAN (Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2002)
Amerika Serikat bertumpu pada pemain yang belum genap berusia 21 tahun di Piala Dunia 2002. Umpan dan ketajaman Donovan menjadi kunci keberhasilan AS melangkah sampai perempat final.
13. LUKAS PODOLSKI (Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2006)
Jerman melakukan perjudian di Piala Dunia 2006 dengan menduetkan Miroslav Klose bersama Podolski, yang baruberusia 21 tahun. Tapi, Poldi memberi jawaban dengan mencetak tiga gol dan membawa Jerman finis di peringkat ketiga.
Siapakah Pemain Muda Terbaik FIFA pada Piala DUnia 2010 di Afrika Selatan nanti, bolagoalnet memprediksi Theo Walcott dan Mesut Ozil merupakan kandidat kuat penerima Pengharagaan Pemain Muda Terbaik.

Selasa, 25 Januari 2011

Mental Politikus Dalam Persepakbolaan Indonesia

Go to fullsize imageDalam dunia perpolitikan di tanah air, apabila seseorang atau sekelompok orang tidak terakomodasi keinginannya dalam sebuah partai politik, biasanya seseorang atau sekelompok orang ini akan mendirikan partai politik baru. Media di tanah air biasanya menyebut partai politik tandingan atau partai kubu A dan kubu B. Sebagai contoh, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan adalah pecahan dari Partai Demokrasi Indonesia di jaman orde baru. Atau Partai Kebangkitan Bangsa, terdapat PKB versi Muhaimin Iskandar atau versi Yenni Wahid putri dari almarhun Gus Dur. Akibatnya di dalam masyarakatpun terjadi pro dan kontra. Yang pada akhirnya merugikan partai politik itu sendiri.
Ternyata yang namanya “Tandingan” tidak hanya di monopoli oleh dunia politik saja. Dalam dunia sepakbola, yang merupakan olah raga paling populer di tanah air ini pun terjadi hal-hal seperti yang terjadi di dalam dunia politik. Munculnya Liga Primer Indonesia (LPI) yang digagas pengusaha Arifin Panigoro dapat diartikan sebagai tandingan dari Liga Super Indonesia (LSI) yang dikelola oleh PSSI.
Merujuk kepada tujuan LPI sebagaimana dikatakan oleh Arifin Panigoro adalah sebagai langkah awal menuju profesionalisme dan kemandirian sepak bola Indonesia yang juga dapat berarti untuk menghilangkan ketergantungan klub sepakbola kepada APBD yang merupakan uang rakyat. Selain itu dengan adanya LPI, para insan sepakbola, baik pemain dan pelatih sepakbola yang menggantungkan hidupnya dari sepakbola dan tidak ikut dalam kompetisi yang diselenggarakan oleh PSSI akan kembali mampu mengisi periuk nasinya. Bagi masyarakat pecinta sepakbola dengan adanya LPI akan memberikan alternatif pilihan dalam menikmati tontonan sepakbola selain ISL.Go to fullsize image
Masalahnya, apakah LPI ini dapat dijadikan tolak ukur pembinaan sepakbola nasional atau hanya sebagai tandingan akibat kekecewaan terhadap PSSI. Otorisasi sepakbola di Indonesia berada di tangan PSSI. Artinya semua pembinaan sampai dengan pembentukan tim nasional berada di tangan PSSI. Kalau PSSI menganggap LPI ini illegal mau dikemanakan pemain-pemain sepakbola berbakat yang memperkuat LPI. Sungguh sayang apabila LPI melahirkan pemain-pemain berbakat tetapi tidak mampu memperkuat Tim Nasional. Padahal setiap pemain sepakbola pasti memimpikan untuk dapat memperkuat Tim Nasional negaranya. Lalu klub juara LPI apakah dapat menjadi wakil Indonesia berkompertisi di tingkat Asia atau dunia?
LPI sebagai sebuah kompetisi sepakbola di tanah air patut kita acungi jempol. Tetapi kalau tujuannya hanya untuk membentuk klub sepakbola yang mandiri dan professional, mengapa para deklarator LPI yang mempunyai kelebihan dana tidak mensponsori klub-klub sepakbola yang telah ada. Terlepas dari ketidaksukaan kepada pengurus PSSI yang sekarang, mungkin akan lebih baik apabila para deklarator LPI membentuk sebuah tim yang mandiri dan professional yang berada dalam kompetisi PSSI. Para deklarator LPI dapat memberikan contoh pengelolaan klub yang baik sehingga menjadi masukan bagi pengurus PSSI. Selain itu para pemain sepakbola terutama pemain sepakbola yang berusia muda tidak hanya menjadi pemain yang mendapatkan bayaran saja tetapi juga berkesempatan untuk memperkuat Tim Nasional Indonesia.
Kehadiran LPI seharusnya menjadi cermin bagi pengurus PSSI terutama sang ketua umum Nurdin Halid bahwa masih banyak orang-orang yang peduli kepada sepakbola nasional. Prilaku Nurdin Halid yang menuai banyak kontroversi dan menimbulkan kecaman pecinta sepakbola nasional seharusnya membuat beliau legowo untuk segera mundur sebagai ketua umum PSSI. Kalau Nurdin Halid mengatakan bahwa yang menyuruh dia mundur pada saat final Piala AFF 2010 di Gelora Bung Karno itu dibayar, itu adalah salah besar. Sebab sebelum Piala AFF 2010 digelarpun sudah banyak pecinta sepakbola nasional yang tidak menginginkan beliau duduk sebagi ketua umum PSSI.
Sebuah partai politik selalu mengatakan bahwa apa yang dilakukannya semata-mata untuk kepentingan rakyat. Begitupun yang terjadi dengan LPI dan LSI, semuanya mempunyai tujuan yang sama yaitu untuk memajukan persepakbolaan nasional. Kalau sudah mempunyai tujuan yang sama mengapa harus berjalan masing-masing. Bukankah kebersamaan itu lebih baik. Berbeda pendapat adalah suatu kewajaran tetapi jangan sampai merusak tujuan awal yang telah ditetapkan. Dunia olahraga bukanlah dunia politik yang saling menjegal dan menjatuhkan lawan untuk mendapatkan kekuasaan. Dunia olahraga adalah dunia sportivitas dan fair play. Buat apa setiap menjelang pertandingan selalu dikibarkan bendera fair play sedangkan dalam kenyataanya sebaliknya.
Dalam dunia politik di negara kita ini, banyak anggota dewan, pejabat atau kepala daerah yang berasal dari partai politik terjerat dalam masalah hukum. Tetapi dengan entengnya mereka selalu mengatakan bahwa mereka tidak bersalah. Pun demikian banyak anggota dewan, pejabat atau kepala daerah yang tidak mampu memenuhi janjinya pada saat berkampanye tetapi mereka tidak mau dikatakan gagal. Anggota dewan, pejabat atau kepala daerah yang seperti itu, jangankan mengakui kegagalannya disuruh mundurpun mereka tidak mau. Mereka selalu mengatakan “ada mekanismenya” Padahal sudah jelas mereka sudah gagal dan tidak dikendaki oleh masyarakat lagi.
Sepakbola adalah olahraga yang paling banyak diminati di negara ini. Dengan sepakbola rasa nasionalisme rakyat Indonesia yang akhir-akhir ini luntur tiba-tiba bergema kembali. Sepakbola telah menjadi perekat seluruh rakyat Indonesia tanpa membeda-bedakan agama, ras, dan suku. Munculnya dua kompertisi sepakbola LSI dan LPI jangan sampai membuat rasa persatuan dan kesatuan menjadi terpecah belah lagi. Sepakbola milik semua kalangan. Kalau kita mau benar-benar memajukan sepakbola nasional, hilangkan rasa ego di masing-masing kubu. Hilangkan mental partai politik dalam dunia sepakbola. Sepakbola kita akan hancur kalau terus menerus dikelola oleh bukan ahlinya

Sabtu, 22 Januari 2011

PSM Tetap Ke Kongres PSSI

PS Makassar - Liga Primer Indonesia (LPI)Kendati keanggotaanya di PSSI dianggap sudah dicoret oleh petinggi induk organisasi sepakbola nasional itu, kubu PSM Makassar akan tetap berangkat ke Bali menghadiri kongres tahunan yang berlangsung pada 21-22 Januari.

Sebelumnya, sekjen PSSI Nugraha Besoes mengatakan, PSM bersama dua klub lainnya, Persema Malang dan Persibo Bojonegoro tidak diundang ke kongres tahunan, karena telah mengikuti kompetisi Liga Primer Indonesia [LPI].

“Kami telah membicarakan masalah itu dengan seluruh pengurus PSM. Kami sepakat untuk tetap hadir, walau tidak diundang. Kami masih punya hak suara di sana. Kami sudah mendapat restu dari ketua umum PSM,” tegas kuasa hukum PSM Syahrir Cakkari.

Hingga saat ini PSM masih menjadi anggota PSSI, karena pengurus induk organisasi sepakbola nasional itu tidak bisa mencoret keanggotaan PSM. Pencoretan itu baru bisa dilakukan di kongres luar biasa yang dihadiri 2/3 klub pemilik suara.

Cakkari membantah jika mereka telah keluar dari PSSI dengan kesediaan bergabung di kompetisi LPI. Menurutnya, keikutsertaan PSM di LPI bukan diartikan Juku Eja sudah keluar dari keanggotaan PSSI.

Gol Irfan Kandaskan Ambisi PSM

MALANG -- Keampuhan striker Persema Malang, Irfan Bachdim yang menyarankan gol di menit-menit terakhir,  akhirnya mengandaskan mimpi PSM meraih poin dalam laga awal kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI), Sabtu, 22 Januari. Permainan apik PSM sejak menit awal ternyata tidak bisa memenangkan Pasukan Ramang dalam pertandingan ini.

Ambisi PSM meraih angka perdana di laga pertama LPI pun kandas. Faktor hujan yang membuat lapangan becek dan fisik yang kurang siap, membuat PSM harus mengakui keunggulan Laskar Ken Arok.

Bertanding di kandang sendiri, Persema yang pada pertandingan sebelumnya menghujani gol Solo FC 5-1 justru tampil kurang meyakinkan. Sebaliknya, tim tamu mampu memanfaatkan kondisi itu untuk melakukan tekanan ke pertahanan Laskar Ken Arok.

Sejak menit awal, PSM sudah tampil menyerang. Bahkan, beberapa kali di menit awal, PSM sudah menciptakan peluang gol. Barulah pada menit ke 19, pemain gelandang PSM Srecko Mitrovich berhasil membuat gol indah ke gawang Persema yang dijaga Sukasto Effendi melalui tendangan bebas di luar kotak penalti.

Gol tersebut membuat kubu Persema tersentak. Tim tuan rumah berusaha meningkatkan agresif permainan untuk mengejar ketertinggalan dari PSM. Malah, mereka berkali-kali membuat barisan pertahanan PSM menjadi kewalahan. Stoper PSM Goran Subara mendapatkan kartu kuning dari upayanya menjaga pemain depan Persema.

Akibat serangan yang gencar, kemenangan di menit pertama PSM ternyata tidak bertahan lama. Handsball Goran Subara di kotak penalti pada menit ke 33 membuat Irfan Bachdim menyamakan kedudukan 1-1. Hasil seri ini membuat semangat anak-anak Persema bangkit. Serangan-serangan mereka menjelang akhir babak pertama makin gencar.

Tak mau kalah, PSM juga tetap tampil menyerang. Duet Oddang dan Rahmat di barisan depan PSM cukup merepotkan pemain belakang Persema. Sayangnya, upaya Oddang untuk memasukkan gol ke gawang Persema gagal. Malah, Oddang yang terjatuh di kotak penalti, diganjar kartu kuning karena dianggap diving.

Di babak kedua, kedua tim tetap tampil ngotot. Masuknya Kwon Jun menggantikan Marwan bisa memperbaiki barisan tengah PSM. Sayangnya, akibat kekurangan latihan, fisik pemain-pemain menjadi agak turun. Beberapa pemain PSM, mulai dari stoper Supriyono harus mengalami kram otot. Hingga akhir pertandingan, sejumlah pemain mengalami kram otot sehingga harus dilakukan pergantian pemain.

Masalah PSM semakin besar pada saat hujan deras mengguyur Stadion Gajayana sehingga membuat lapangan becek. Kondisi otot dan fisik yang tidak sebaik persiapan Persema membuat pemain PSM sering berjatuhan untuk mendapat perawatan medis.

Rahmat sendiri harus digantikan M Fadli di barisan depan karena kram otot dan tidak bisa melanjutkan pertandingan. Begitu juga Supriyono yang harus digantikan Hendra Wijaya karena hal yang sama.

Oddang yang juga telah dua kali jatuh dan mengalami kram otot dipaksa harus menyelesaikan pertandingan.

Di kubu Persema, juga terjadi dua kali pergantian. Untuk menambah daya gempur barisan depan, Jaya Teguh yang mendampingi Irfan harus digantikan Firman. Di barisan tengah, Persema juga mengganti Reza Mustofa dengan Kim Kurniawan.

Bergantung pada faktor keberuntungan, kedua tim tetap berupaya menjebol gawang lawan. Keberuntungan itu diperoleh Irfan. Pemain naturalisasi ini mampu membuat 5.000-an penonton di stadion ini bersorak setelah dia mampu mengeksekusi bola liar yang di depan gawang PSM pada menit ke 90. Ini membuat permainan anak-anak PSM tidak menjadi kendur. Memanfaatkan perpanjangan waktu lima menit, PSM berupaya membalas kekalahan. Namun hingga permainan berakhir, PSM harus mengakui kemenangan Persema 2-1. (die)

Selasa, 18 Januari 2011

daftar pemain terbaik dunia

Tahun Peringkat Nama Pemain Kebangsaan Klub Posisi
2010 1 Lionel Messi  Argentina Bendera Spanyol Barcelona Penyerang
2 Andrés Iniesta Luján  Spanyol Bendera Spanyol Barcelona Gelandang
3 Xavi Hernandez Bendera Spanyol Spanyol Bendera Spanyol Barcelona Gelandang
2009 1 Lionel Messi Bendera Argentina Argentina Bendera Spanyol Barcelona Penyerang
2 Cristiano Ronaldo Bendera Portugal Portugal Bendera Inggris Manchester United
Bendera Spanyol Real Madrid
Gelandang
3 Xavi Bendera Spanyol Spanyol Bendera Spanyol Barcelona Gelandang
2008 1 Cristiano Ronaldo Bendera Portugal Portugal Bendera Inggris Manchester United Gelandang
2 Lionel Messi Bendera Argentina Argentina Bendera Spanyol FC Barcelona Penyerang
3 Fernando Torres Bendera Spanyol Spanyol Bendera Inggris Liverpool Penyerang
2007 1 Kaká Bendera Brasil Brasil Bendera Italia AC Milan Gelandang
2 Lionel Messi Bendera Argentina Argentina Bendera Spanyol FC Barcelona Penyerang
3 Cristiano Ronaldo Bendera Portugal Portugal Bendera Inggris Manchester United Gelandang
2006 1 Fabio Cannavaro Bendera Italia Italia Bendera Spanyol Real Madrid
Bendera Italia Juventus F.C.
Bek
2 Zinedine Zidane Bendera Perancis Perancis Bendera Spanyol Real Madrid Gelandang
3 Ronaldinho Bendera Brasil Brasil Bendera Spanyol FC Barcelona Gelandang
2005 1 Ronaldinho Bendera Brasil Brasil Bendera Spanyol FC Barcelona Gelandang
2 Frank Lampard Bendera Inggris Inggris Bendera Inggris Chelsea Gelandang
3 Samuel Eto'o Bendera Kamerun Kamerun Bendera Spanyol FC Barcelona Penyerang
2004 1 Ronaldinho Bendera Brasil Brasil Bendera Spanyol FC Barcelona Gelandang
2 Thierry Henry Bendera Perancis Perancis Bendera Inggris Arsenal Penyerang
3 Andriy Shevchenko Bendera Ukraina Ukraina Bendera Italia AC Milan Penyerang
2003 1 Zinedine Zidane Bendera Perancis Perancis Bendera Spanyol Real Madrid Gelandang
2 Thierry Henry Bendera Perancis Perancis Bendera Inggris Arsenal Penyerang
3 Ronaldo Bendera Brasil Brasil Bendera Spanyol Real Madrid Penyerang
2002 1 Ronaldo Bendera Brasil Brasil Bendera Spanyol Real Madrid Penyerang
2 Oliver Kahn Bendera Jerman Jerman Bendera Jerman Bayern Munich Penjaga gawang
3 Zinedine Zidane Bendera Perancis Perancis Bendera Spanyol Real Madrid Gelandang
2001 1 Luís Figo Bendera Portugal Portugal Bendera Spanyol Real Madrid Gelandang
2 David Beckham Bendera Inggris Inggris Bendera Inggris Manchester United Gelandang
3 Raúl Bendera Spanyol Spanyol Bendera Spanyol Real Madrid Penyerang
2000 1 Zinedine Zidane Bendera Perancis Perancis Bendera Italia Juventus F.C. Gelandang
2 Luís Figo Bendera Portugal Portugal Bendera Spanyol Real Madrid Gelandang
3 Rivaldo Bendera Brasil Brasil Bendera Spanyol FC Barcelona Gelandang
1999 1 Rivaldo Bendera Brasil Brasil Bendera Spanyol FC Barcelona Gelandang
2 David Beckham Bendera Inggris Inggris Bendera Inggris Manchester United Gelandang
3 Gabriel Batistuta Bendera Argentina Argentina Bendera Italia AC Fiorentina Penyerang
1998 1 Zinedine Zidane Bendera Perancis Perancis Bendera Italia Juventus F.C. Gelandang
2 Ronaldo Bendera Brasil Brasil Bendera Italia F.C. Internazionale Penyerang
3 Davor Šuker Bendera Kroasia Kroasia Bendera Spanyol Real Madrid Penyerang
1997 1 Ronaldo Bendera Brasil Brasil Bendera Italia F.C. Internazionale
Bendera Spanyol FC Barcelona
Penyerang
2 Roberto Carlos Bendera Brasil Brasil Bendera Spanyol Real Madrid Bek
3
(tie)
Dennis Bergkamp Bendera Belanda Belanda Bendera Inggris Arsenal Penyerang
Zinedine Zidane Bendera Perancis Perancis Bendera Italia Juventus F.C. Gelandang
1996 1 Ronaldo Bendera Brasil Brasil Bendera Spanyol FC Barcelona
Bendera Belanda PSV
Penyerang
2 George Weah Bendera Liberia Liberia Bendera Italia A.C. Milan Penyerang
3 Alan Shearer Bendera Inggris Inggris Bendera Inggris Newcastle United
Bendera Inggris Blackburn
Penyerang
1995 1 George Weah Bendera Liberia Liberia Bendera Italia A.C. Milan Penyerang
2 Paolo Maldini Bendera Italia Italia Bendera Italia A.C. Milan Bek
3 Jürgen Klinsmann Bendera Jerman Jerman Bendera Jerman Bayern Munich
Bendera Inggris Tottenham Hotspur
Penyerang
1994 1 Romário Bendera Brasil Brasil Bendera Spanyol FC Barcelona Penyerang
2 Hristo Stoichkov Bendera Bulgaria Bulgaria Bendera Spanyol FC Barcelona Penyerang
3 Roberto Baggio Bendera Italia Italia Bendera Italia Juventus F.C. Penyerang
1993 1 Roberto Baggio Bendera Italia Italia Bendera Italia Juventus F.C. Penyerang
2 Romário Bendera Brasil Brasil Bendera Spanyol FC Barcelona Penyerang
3 Dennis Bergkamp Bendera Belanda Belanda Bendera Italia F.C. Internazionale
Bendera Belanda Ajax Amsterdam
Penyerang
1992 1 Marco van Basten Bendera Belanda Belanda Bendera Italia A.C. Milan Penyerang
2 Hristo Stoichkov Bendera Bulgaria Bulgaria Bendera Spanyol FC Barcelona Penyerang
3 Thomas Häßler Bendera Jerman Jerman Bendera Italia AS Roma Gelandang
1991 1 Lothar Matthäus Bendera Jerman Jerman Bendera Italia F.C. Internazionale Gelandang
2 Jean-Pierre Papin Bendera Perancis Perancis Bendera Perancis Olympique Marseille Penyerang
3 Gary Lineker Bendera Inggris Inggris Bendera Inggris Tottenham Hotspur Penyerang